Bab 26. Ketika Tifa Mulai Curiga

1596 Kata

Arda POV “Jujur, gue nggak suka dengar apa yang pak polisi tadi katakan. Rasanya marah, tapi, juga mual. Lo nggak mungkin seperti yang pak polisi sangkakan, kan, Ar? Gue nggak bakalan bisa saingan sama pemilik pedang, sementara gue cuma punya sarung pedangnya doang.” Hampir saya kakiku bergerak menekan pedal rem. Beruntung kali ini aku masih bisa mengendalikan rasa terkejutku. Tidak seperti saat tadi Tifa mengangkat panggilan sialan itu. Aku sudah memblokir nomornya, dan dia kembali berusaha menghubungiku dengan nomor berbeda. Sialan memang. Kuremas benda bundar di depanku. Jantungku sudah berdegup cepat sekali. Apa yang Tifa pikirkan? Apa sekarang dia mulai curiga padaku? Tidak lagi percaya pada alasanku dua tahun lalu? “Arda … gue nggak bisa bantu elo, kalo lo nggak mau jujur sama gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN