Bab 10. Ayo, Coba Bikin Aku On

2035 Kata

Demi Arda, aku akan berperan menjadi seorang villain. Kucoba ingat-ingat seperti apa seorang villain dalam sinetron yang suka ditonton si emak. Yang kalau sudah nonton, bisa tujuh jam ngomel tanpa henti. Marah-marah sendiri karena si villain dalam sinetron itu. ‘Ceklek.’ Pintu di depanku perlahan terbuka. Dan begitu terbuka, aku hanya bisa melongo melihat Arda lah yang membuka pintu. Dalam keadaan tubuh bagian atasnya tidak terbungkus selesai benang pun. Mataku mengerjap cepat saat pandanganku turun dan melihat roti sobek itu. Eh, maksudku perut kotak-kotak di Arda. “Lo lama banget, sih, Tif?” Suara Arda menyadarkanku dari pemandangan indah perut berotot itu. Sialan memang si Arda. Kenapa juga pedangnya tidak bisa berdiri, padahal tubuhnya seindah itu. Tubuh indahnya itu bikin liur per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN