Bab 24. Rencana Kedua Mulai Berjalan

1623 Kata

Tifa POV “Apa itu duren montongnya, Tif?” “Beneran 5 hektar, kan? Awas kalo lo bohong.” Aku menahan ringisan melihat mata berbinar sahabatku. Semoga saja Topan tidak mendengar apa yang baru saja Dina katakan. Kuputar cepat kepala ke depan, lalu kuberi isyarat Dina dengan kedipan mata. Tujuanku agar Dina berhenti bicara. Tapi, Dina justru menarik tanganku ke samping lalu tersenyum. Bukan padaku, tapi, pada orang di belakangku. Aku berbalik. Kini aku berdiri di sebelah Dina, menghadap ke arah Topan dan Arda yang masih beberapa langkah di depan kami. “Eh, lo pasti Topan. Iya, kan? Kenalin, gue Dina sahabat Tifa. Gue siap bantu manen hati elo.” Dina dengan percaya diri melangkah mendekati si Topan yang sudah berhenti berjalan. Dina kemudian mengulurkan tangan kanan ke depan Topan. Topa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN