Bab 22. Arda vs Topan

1329 Kata

Arda POV “Orang ini yang duluan mukul saya, Pak.” Kutatap tajam si lesus. “Lihat, kan, Pak? Wajah saya hancur gara-gara dia.” Topan melirikku. Kupelototi dia. “Dia juga mukul saya, Pak. Jadi, score kami sudah satu sama. Calon istri saya menunggu saya di luar. Saya harus pergi sekarang,” kataku. Aku sudah tidak tahan berada di tempat ini. “Enak saja. Dia calon istri gue.” Refleks kuputar kepala ke samping. “Lo yang ngaku-ngaku. Sudah jelas Tifa calon istri gue.” “Jangan mimpi. Mamih sudah ngizinin gue nikahin Tifa.” Aku benci mendengar argumen si Topan. Karena yang satu ini lah kekuranganku. Aku belum bisa mendapatkan hati mamih Tifa lagi. Namun, bukan berarti aku akan menyerah. Sudah kukatakan pada diriku sendiri jika aku hanya akan menikah dengan Tifa. “Yang mau nikah itu siapa? T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN