Menguping

1301 Kata

Ada yang pulang dari masjid, bibirnya melengkung manis. Wajah yang terlihat berseri itu menatap sekeliling dalam rumah yang terlihat masih sepi. Bagus pun segera melanjutkan langkah lagi. Ia membuka pintu kamar saat Rumaisa masih duduk di pinggir tempat tidur. Pria itu menutup lagi pintunya, lalu menghampiri Rumaisa. "Habis nelpon siapa?" Bagus melihat istrinya mengetik pesan pada layar ponsel. "Mbak Ana. Cuman yang bicara ibuk. Mereka minta kita pulang hari ini. Ada hal penting yang ingin ibuk bicarakan. Gimana, Mas?" Bagus langsung duduk. Ia bertanya lagi, "Bilang apa aja ibuk? Aku pesen tiket dulu, ya." "Wanita itu ada di sana juga. Dia datang dan tinggal di sana." Rumaisa menunduk. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. "Siapa? Meisya? Untuk apa dia di sana?" Bagus tampak heran.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN