42. Mendua Hati

1110 Kata

Cecilia mendengus, mencoba mengalihkan debaran aneh di jantungnya. "Dia cemburu? Jangan mengada-ada kamu. Itu hal yang nggak mungkin terjadi, Ed. Lebih baik kita sudahi pembahasan ini, dan kamu pulang saja sekarang. Kakak nggak mau tuan muda arogan itu benar-benar memanggil keamanan dan membuat keributan yang memalukan." Edward mengangguk pasrah saat mendengar ucapan sang kakak. Dia mengembuskan napas berkali-kali sebelum berbicara kepada sang kakak. "Oke, aku pulang dulu, Kak. Tapi ingat ... kalau dia macam-macam, cepat telepon aku. Aku memang 'anak kecil' di matanya, tapi aku nggak akan membiarkan Kakak diperlakukan tidak adil oleh tuan muda arogan itu." "Iya. Kakak mengerti. Kamu juga hati-hati bawa motornya," ucap Cecilia sembari menepuk pelan bahu sang adik. "Kakak juga hati-hat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN