46. Ketegangan yang Berlanjut

1076 Kata

Begitu sosok tinggi itu menghilang di balik pintu kaca, Cecilia mendesah panjang. Tubuhnya mendadak lemas, dia lalu menyandarkan punggung ke kursi dengan bahu yang merosot. "Kak, maaf ya," bisik Edward pelan. Wajahnya yang tadi terlihat penuh kemenangan kini berubah menjadi penuh rasa bersalah. "Aku nggak bermaksud bikin suasana jadi sekacau ini. Aku cuma kesal lihat pacarnya yang sombong itu menghina Kakak." Cecilia menggeleng lemah sembari mengusap kasar wajahnya. "Ini bukan salahmu, Ed. Mereka berdua memang pasangan yang cocok. Sama-sama arogan dan manja." "Tapi, Kak. Aku perhatikan gelagat tuan muda arogan dari tadi, dan dia memang kelihatan banget cemburu. Dia bahkan sampai nggak peduli sama pacar bulenya itu cuma gara-gara mau meladeni tantanganku," ujar Edward yang mengemukakan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN