44. Kencan Romantis

1229 Kata

Sementara itu Cecilia terbangun dengan perasaan segar. Sinar matahari menembus jendela besar unit apartemennya, menyinari lantai parket yang mengkilap. Dia meregangkan otot-ototnya, merasa jauh lebih bertenaga setelah tidur tanpa gangguan suara bising knalpot dari jalanan sempit di depan kost lamanya. "Ah, indahnya hidup begini," gumam Cecilia sembari berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi. Namun dia harus menelan kekecewaan, karena tidak ada satu pun persediaan makanan satu pun di dalam kulkas ataupun lemari yang terbuat dari bahan kayu premium itu. "Kalau kayak gini sih, aku harus belanja kebutuhan sehari-hari. Padahal aku lagi malas ke mana-mana," keluh Cecilia yang kini merogoh tas hitam usangnya. "Seduh ini aja, deh." Monolog Cecilia ketika menemukan sebuah kopi instan sacet da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN