Adelia mengutuk semua ucapan yang ia lontarkan beberapa jam lalu sebelum mereka kembali ke kamar dan tertidur. Tentunya, di kening sang suami akan tergambar jelas maksud dari kalimatnya dia tidak bisa mengandung. Adelia tidak ingin menjelaskan karena semua hanya berupa rasa sakit. Rasa sakit yang membuat segalanya menjauh. Yang berharga untuknya. Adelia menunduk. Mengusap perutnya sendiri dalam diam. Tidak tahu apa maksudnya dia mengusap rasa sakit itu sendiri. Ketika dia duduk, melamun di tepi ranjang hanya untuk melihat Devan Aksa tertidur tanpa batas. Ada banyak pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Seperti, bagaimana kalau suatu hari nanti anak ini membencinya? Dan bagaimana kalau Adelia menyayanginya, dia tidak mau lepas dan ingin menghabiskan waktu bersama? Tahu kalau Aksa tidak

