33

3346 Kata

"Kau tidak serius dengan ucapanmu, kan?" Adelia diselamatkan oleh pelayan yang membawa pesanan mereka ke meja. Dengan menatanya secara baik, dan Adelia punya alasan untuk menatap lapar pada berbagai macam makanan itu untuk mengalihkan atensi Aksa yang terarah tajam ke arahnya. "Terima kasih." "Sama-sama. Nikmati makan siang kalian." Selepas kepergian pelayan muda itu, Adelia menarik napas. Memainkan tangannya di atas pangkuan dengan ekspresi pias. Lalu, melirik Aksa yang masih setia menatapnya dingin penuh perhitungan. "Kau lapar? Aku lapar." Aksa masih memandangnya dalam diam. Kemudian, menarik napas panjang untuk ia hembuskan secara kasar. "Makanlah," ucapnya. Membuat senyum Adelia melebar. Selera makan Aksa terbang. Dari awal memang dia tidak terlalu lapar untuk sekedar mengisi p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN