setelah Gibran pergi dari kamar Mikha, ia bertekad untuk tetap di Indonesia untuk melindungi Mikha. Ia merasa bahwa pernikahan Mikha tidak akan baik-baik saja. Ketika ia melewati kamar yang tadi tak sengaja di masuki oleh Mikha, ia berhenti sebentar dan entah mengapa ingin sekali ia mengetuk pintu yang kini tertutup rapat. Setelah agak lama menunggu akhirnya pintu itu terbuka dan muncullah sosok yang ia kenal sekali sedang tersenyum mengejeknya. " Wah kakak ipar!? ada apa?" tanya Dylan dengan penuh ejekan. " Elo salah kamar? apa sengaja?" tanya Gibran. " Hhhhmmm...nggak salah kamar sih. Tapi jujur gue lagi nggak berminat sama adik elo, nggak bikin gue tertarik sama sekali nyentuh tubuhnya." lanjut Dylan penuh penghinaan. Gibran hanya menatap lelaki kurang ajar ini dengan menahan amarah. "
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


