Perjalanan Memohon Restu 1

1461 Kata

Mikhayla yang berada di dalam kamar mandi hanya bisa menahan tangisannya mendengar semua pembicaraan para orang tua. Tapi ia tak bisa berbuat apapun, ingin mengadu pada Gibran pun tak bisa. Karena bila ia mengetahui hal ini tak bisa Mikha bayangkan akan sehancur apa hati lelaki itu. Sebuah ketukan membuyarkan lamunannya dan bergegas mencuci wajahnya. Dengan berat hati di bukanya pintu kamar mandi dan muncullah wajah tengil Dylan. " Hallo calon istri, lama sekali. Ku kira pingsan di dalam sana." celoteh Dylan. Mikhayla hanya menatap malas lelaki yang kini jadi tunangannya itu dan berjalan melewatinya begitu saja. " Hah...dingin sekali." gumamnya. " Kamu baik-baik saja nak? lama sekali di dalam." tanya mama Vita khawatir. Mikhayla menggeleng dan memaksakan senyum agar mama ya tidak khawatir.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN