Hari Pernikahan

1486 Kata

Hari H pernikahan, Mikha sudah siap dengan kebayanya yang menambah keanggunannya. Mama Vita tak henti-hentinya menyeka air mata melihat putri satu-satunya kini akan menjadi milik orang lain. Mbak Sherly berkali-kali menenangkan mama Vita yang sedikit-sedikit mellow. Mikha sendiri tampak gelisah, karena orang yang ia nantikan tak tampak batang hidungnya. ' Mungkin nggak boleh ikut acara ini kali ya?' batin Mikha yang sekali-kali menengok ke arah pintu. Saat sedang asyik melamun ponselnya berdering dan sebuah nama yang sangat ia benci terpampang di layar. Dengan terpaksa ia pun mengangkat panggilan tersebut sebelum mendapat tatapan dan pertanyaan menyelidik dari mama dan mbak Sherly. " Ada apa !?" jawabnya setelah menjauh sedikit dari mama dan mbak Sherly. " Hey, apa perlu kita buat perjanji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN