Bab. 24

1638 Kata

“Kenapa kalian Diam?” “Mama? Kok Mama bisa ada di sini?” tanya Ragarta saat Diandra memasuki rumah Pak Andika. “Apa Mama tidak boleh berkunjung ke rumah besan?” tanya Diandra. “Boleh, kok Mbak, silakan duduk,” ucap Bu Rita. Diandra pun duduk di sebelah Viana dan melihat menantunya itu terlihat seperti menahan kesal, sementara Ragarta terlihat biasa saja, itulah yang di lihat oleh Diandra. Terkadang anaknya itu kudu di getok dulu kepalanya agar bisa terbuka mata batinnya. Ehh mata hati, ngapa bawa-bawa mata batin? “Mama sama siapa?” tanya Diandra. “Sama sopir, hanya mampir soalnya kebetulan lewat di sekitar sini,” jawab Diandra dan melihat ke arah Viana lagi. “Apa yang kamu katakan tadi Vi? Apa kamu mau melepas Ragarta jika Ariana datang?” tanya Diandra. “Ya!” jawab Viana tegas. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN