Bab. 59

2349 Kata

“Mama gak mau tahu! Bagaimanapun caranya bawa Viana pulang! Kalau tidak jangan harap kamu bisa hidup dengan tenang!” ucap Diandra pada Ragarta saat melakukan panggilan video dengan Ragarta. “Iya, ini Ragarta berusaha, tapi Mama jangan egois, Viana juga punya hati Ma. Jika dia belum bisa memaafkan ku maka biarkan dulu dia tenang, Ma. Jangan paksa dia,” ucap Ragarta. “Terserah! Pokoknya Mama mau Viana kembali ke sini tanpa atau sudah memaafkan mu,” ucap Diandra. “Iya, ya sudah, Ma. Ragarta mau keluar dulu, nanti aku telepon lagi.” “Ya sudah, assalamu’alaikum.” “Waalaikumsalam.” Ragarta mengusap rambutnya dengan kasar. Ia tahu ini akan sangat sulit, tapi mau bagaimana lagi semua keputusan ada pada Viana. Tanpa di ketahui oleh Ragarta, Viana tengah berdiri di balik pintu kamarnya dan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN