Bab. 76

1551 Kata

Bunyi alat monitor, terdengar di ruang rawat inap Viana. Tubuh lemas dengan beberapa perban terlihat di sebagian tubuhnya dan alat bantu pernapasan yang menempel di wajahnya. Matanya terpejam wajahnya pucat pasi, tubuhnya lemas, menandakan jika dia belum sadarkan diri. Terhitung sudah dua hari paska operasi itu, dan hingga kini belum ada tanda-tandanya Viana sadar. Sementara Pak Andika beliau sudah menjalani perawatan. Dengan penuh sayang, Ragarta selalu menemani istrinya tersebut, membasuh tubuh Viana dengan handuk kecil agar tubuh istrinya tersebut bersih, perasaan sedih menyelimuti hati Ragarta, siapa yang tak sedih, baru saja ia merasakan bahagia bersama Viana, tapi takdir berkata lain, kini Viana terbaring lemah di hadapannya dengan berbagai alat bantu yang menempel di tubuhnya. Andai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN