Bab. 62

1665 Kata

Perasaan bahagia menyelimuti hati Ragarta, karena kini sang istri sudah bersiap dengan gamis berwarna abu-abu dengan hijab biru muda. Sungguh, bagi Ragarta kecantikan Viana berkali-kali lipat lebih terlihat saat ini. Kini keduanya sudah bersiap untuk perjalanan pulang. Ragarta tidak menanyakan alasan Viana yang tiba-tiba saja mau pulang ke Surabaya, itu tidak penting karena jika Ragarta bertanya, bisa-bisa Viana mengurungkan niatnya untuk pulang. “Hati-hati ya, Via. Jangan lupakan Mbak,” ucap Hida seraya mengusap air matanya. “Gak usah berlebihan deh, ini itu bukan jaman batu! Ini jaman sudah canggih, sudah ada ponsel,” gerutu Huda. “Mas, mana tahu sih perasaan perempuan!” gerutu Hida. “Sudahlah, kalian ini seperti anak kecil saja,” ucap Ira melerai keduanya. Viana dan Ragarta hanya te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN