Bab. 39

1794 Kata

Diandra terus saja menahan tawa melihat kekacauan pada pakaian menantunya, jiwa keponya sudah meronta-ronta, tapi ia tahan karena ia masih kesal pada kedua anak muda ini akibat kejadian semalam tentang keberadaan Ariana. Kini Diandra sudah berada di ruang tamu apartemen Ragarta, dengan dua manusia acak-acakan yang duduk di hadapannya, ia menatap Viana dan Ragarta secara bergantian, ingin rasanya ia tertawa terbahak-bahak melihat kekacauan kedua orang itu. “Hm!” Diandra berdehem mengurangi rasa geli di hatinya yang ingin keluar menjadi sebuah tawa. “Mama kenapa kesini?” tanya Ragarta. “Kenapa kalau Mama, kesini? Apa Mama GANGGU aktivitas kalian?” tanya Diandra dan menekan kata ganggu, di sana. “Apaan sih, Ma!” gerutu Viana. “Kalian lagi ngapain sih, Mama dari tadi pencet bel tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN