Bab. 67

1645 Kata

Dengan wajah cemberut dan di tekuk Ragarta, membenarkan pintu kamar mandi Diandra yang macet. Sungguh, andai kata Diandra tidak mengganggu pasti sudah ada Ragarta atau Viana mini saat ini yang mulai terbentuk di rahim Viana. Kesal? Pasti, siapa yang tak kesal Mamanya selalu jadi pengganggu saat ia berniat membuka pabrik dengan Viana. “Kenapa mukanya di tekuk gitu, Gar?” tanya Diandra. “Gak, apa-apa!” jawab Ragarta ketus. “Ya, ampun ketus banget, jawabnya,” “Lagian Mama, minta benerin pintu kok nyuruh aku sih, Pak Tejo dan lainnya ke mana?” tanya Ragarta. “Mama malas keluar rumah, Papa juga masih berbincang sama Pak RT di pos sana, jadi Mama panggil kamu saja,” ucap Diandra. “Nih, sudah. Aku mau ke kamar dulu. Awas saja kalau Mama ganggu aku, lagi!” ucap Ragarta seraya pergi men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN