"Namanya juga cewek mereka yang membuat keputusan, mereka yang nyakitin, dan mereka berakting seolah-olah mereka korban, udah paham gue." —Malvin *** Hari ini Malvin berencana untuk pulang ke rumah, ia sudah merindukan Dewi dan Maya. Mamah serta adik nya itu terus meneror dirinya untuk segera pulang dan menetap dirumah. Malvin menjalankan motornya pelan, suasana kota Jakarta selalu sama Macet dan berpolusi. Malvin berhenti saat lampu merah, ia melihat seorang anak laki-laki sedang berjualan bunga. Malvin melambaikan tangan nya pada anak laki-laki itu, saat anak itu menghampirinya Malvin membuka kaca helm fullface nya. "Berapaan dek?" Tanya Malvin. "Cuman sepuluh ribu kak satu nya, mau beli?" "Boleh, beli dua ya?" Anak laki-laki itu tersenyum dengan buru-buru memberikan mawar put

