Maura bungkam sedari tadi semenjak Aji pulang, ia sama sekali tidak menampakan senyuman yang biasa menyambut sang suami. Aji terheran-heran melihat perubahan istrinya, padahal pas dia pergi semburat merah terlihat di pipi wanita itu. Kini mereka tengah makan malam, Maura masih melayani seperti biasa, hanya saja sekarang wajah datar diperlihatkan. "Bunda, aku pengen tambah ayam gorengnya boleh?" tanya Delia membuat Maura menoleh menatap anaknya lalu mengangguk dan mengambilkan sepotong paha ayam kemudian ia letakkan ke piring Delia. "Ahhh ... aku suka ayam goreng," pekik Delia gembira lalu melahap makanan dengan semangat. "Hati-hati, Sayang, makanannya kamu nggak bakal lari," nasehat Maura membuat Delia hanya menampilkan seringai. "Kalau lari nanti kita tangkep aja, seru kali ngejar pa

