BAB 18-19

1561 Kata

Suara dering ponsel membuat Hamdan terbangun. Pria itu lekas mengambil handphone dan menempelkan ke telinga. Mendengar suara sang Mama yang akan ke sini, membuat mata dia langsung terbuka. "Apa, Ma! Mama mau menginap disini?" tanya Hamdan dengan pekikkan, membuat Mawar terbangun. "Kenapa sih, Mas. Kok masih pagi teriak-teriak," ujar Mawar dengan mata terpejam. "Suara siapa itu, Dan! Kayanya bukan Maura, kamu jangan main serong, Dan!" bentak wanita yang melahirkannya membuat nyali Hamdan menciut. "Anu ... Mah," ucapan Hamdan terhenti. "Apaan Anu-anu, awas kalau kamu main serong dan menyakiti menantu kesayangan Mama! Kami akan kesitu, ini lagi diperjalanan, assalamualaikum," ucap Mama Hamdan, wanita itu langsung mematikan sambungan telepon. "Gawat! Mama dan Papa akan ke sini," ujar Ham

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN