“catu tambah delapan cama dengan, cepuluh..” Deo bersuara sembari mengisi tugas rumahnya. Bella tersenyum bangga pada anaknya, pria kecil ini mampu mengerjakan tugas rumahnya sendiri, dimana kebanyakan anak seusianya mengerjakan tugas rumah masih dibantu oleh orang tuanya. Tapi justru Deo menolaknya, ia lebih suka mengerjakannya sendiri. Lalu setelah itu Bundanya boleh membantunya, tapi hanya membantu mengecek saja, apa benar tugas rumah yang diberikan gurunya benar atau salah. “Sudah selesai?” “Belum Unda....” “Bunda bantu ya?” Dengan kepercayaan diri yang masih sama ia tetap tidak mau dibantu oleh Bundanya. “Memangnya kenapa tidak mau dibantu Bunda?” Deo menghentikan tulisannya sejenak “Deo ndak mau cucahinn Unda.. kacian Unda” “Kata bu gulu, selagi Deo bica cendili, Deo halus u

