Lagi Dan Lagi

910 Kata

Edward memandang gemas wajah Bella, wajahnya yang semula tirus kini telah berubah menjadi bantalan-bantal kenyal. Andaikan Bella menjadi miliknya, pasti ia akan menjaga Bella semampu dirinya, tidak menyia-nyiakan ataupun menyakitinya seperti kakaknya itu. “Kau mau lagi?” Edward menawarkan. Tapi sepertinya ia tidak bisa menampung lagi, 3 Buah es krim itu sudah cukup membuatnya kenyang. “Jadi, kenapa kau bisa berada ditaman sendirian? Dalam kondisi hamil seperti ini?” Tanya Edward yang masih penasaran. Dalam sekejap Bella langsung merubah ekspresi wajahnya itu. “Mau merasakannya tidak Bang?” Itulah upaya Bella untuk mengalihkan pertanyaan, tanpa perlu persetujuan dari Edward, Bella meraih tangannya lalu meletakkan diatas perutnya. Edward membulatkan matanya, bayi itu menendang perut Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN