“Daniel?” Bella berharap kali ini matanya benar-benar salah melihat orang tersebut. Tidak, tapi itu memang benar Daniel. Wajahnya terlihat saat mereka beranjak bangun dari bangku taman tersebut selepas pagutan mereka berdua selesai. Daniel merangkul mesra wanita itu, sepertinya mereka akan pergi dari taman ini. Tidak! Bella segera berlari kearah mereka dan berhenti tepat depan mereka. Bella tidak terima dengan apa yang ia lihat barusan. “Daniel!” Bentak Bella pelan. Daniel tidak panik saat Bella muncul dihadapannya. Melainkan tertawa sinis melihat kehadiran Bella. “Dia siapa!” Marah Bella. “Kekasihku, kenapa?” Apa pria ini bodoh, mengakui semuanya didepan istrinya. “Kau tidak boleh menemuinya lagi.” Marahnya. Daniel memutar bola matanya lalu menghela nafasnya dengan kasar. “Mema

