Daniel mengetuk-ngetuk bolpen yang ada ditangannya keatas meja dengan berulang-ulang. Ia membiarkan berkas-berkas yang seharusnya segera ia selesaikan, tergeletak begitu saja. Kehadiran Yuda pun sepertinya tidak dianggap oleh Daniel. Apa yang sebenarnya sedang Daniel fikirkan? Yuda pasrah, ia memutuskan meletakkan berkas yang sudah lima menit berada ditangan, ia letakkan diatas meja milik Daniel, kemudian duduk di bangku yang berhadapan dengan posisi Daniel. "Begini ya bro, seharusnya kau menjadi seorang pria jangan bimbang seperti ini. Kalau memang kau mencintai Felly, ceraikan Bella. Dan kalaupun kau mulai memiliki perasaan dengan Bella, kau harus melepaskan Felly." "Jangan Egois..” Daniel mengarahkan matanya pada Yuda, kemudian memincingkan matanya dengan tajam. "Maksudmu apa me

