Bab 7.

1317 Kata
Cynara dan Alvaro kini sudah berada di pusat perbelanjaan paling di pusat perbelanjaan paling mewah. Cynara hanya bisa mengikuti Alvaro hanya bisa mengikuti Alvaro dari belakang. Kentara sekali kalau Cynara baru kali ini datang ke mall mewah tersebut. Penampilannya saat ini bahkan bisa di katakan sangat berbeda dengan orang-orang yang datang menggunakan baju biasa namun tetap terlihat modis. “Kita beli dress dulu untukmu.” Kata Alvaro sambil berjalan di depan Cynara. Cynara hanya menghela nafas pasrah. Ketika bosnya sudah berkata, di suruhlah Cynara harus menuruti semuanya. Diam-diam Alvaro tersenyum saat tidak sengaja melihat wajah masam Cynara yang tampak sangat kesal padanya. “Itu sebabnya kau tidak boleh berbuat seenaknya padaku Cynara.” Batin Alvaro. Raka berbuat seperti itu karena tentu saja dia kesal karena baru sehari Cynara menjadi sekretarisnya dia sudah banyak sekali bertingkah. Di tambah dengan sikap Cynara yang terlihat sok akrab pada Alvaro. Bukannya Alvaro tidak suka hanya saja dia tidak terbiasa dengan karyawan seperti Cynara. “Itu dia tokonya.” Kata Alvaro pada Cynara. Cynara langsung membulatkan matanya saat melihat sebuah toko baju dengan merek mahal. Dia langsung menarik tangan Alvaro dan menjauhkannya dari toko tersebut. “Kau kenapa?” Tanya Alvaro yang bingung dengan sikap Cynara. Cynara langsung menarik lengan Alvaro agar Alvaro menunduk sedikit. “Tuan, itu toko baju itu dengan merek ternama tentu saja itu mahal. Dan jika saya belanja di sana saya gak bisa bayarnya.” Bisik Cynara. Dari jarak sedekat itu Alvaro bisa melihat dengan jelas wajah khawatir dari Cynara. Tapi saat itu juga dia sadar kalau wajah Cynara sanggatlah cantik hanya kurang di poles saja. “Kan saya yang bayar jadi kamu gak usah khawatir.” Kata Alvaro sambil membenarkan kembali tubuhnya untuk berdiri kembali dengan benar. “Tapi kan itu pasti jadi hutang buat saya. Saya gak mau punya hutang Tuan.” Kata Cynara dengan tatapan sedih. Alvaro tidak bisa menyembunyikan ekspresinya. Dia merasa gemas dengan sekretaris barunya itu. Baru kali ini ada seorang gadis yang memohon padanya dengan semanis itu dan tanpa Alvaro sedari tadi dia selalu tersenyum. “Tuan Al kenapa malah lihatin saya sih?” Tanya Cynara yang sudah kembali ke mode kesalnya. “Karena kamu lucu.” Jawab Alvaro kesal. “Hah?” “Hah?” Alvaro yang sadar malah mengulang ucapan Cynara dengan ekspresi kagetnya. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia mengatakan hal seperti itu. “Maksudku, kau tidak usah khawatir. Anggap saja ini adalah hadiah karena tadi presentasimu sangat bagus.” Kata Alvaro mencoba mengalihkan topik. “Serius Tuan?” Ayolah Cin! Mode kesalnya berubah menjadi mode mata duitan. Namun siapa juga yang tidak senang ketika di belikan dress mahal. Siapa pun pasti akan langsung menerimanya bukan? “Iya, makanya ayo!” Kata Alvaro lalu meninggalkan Cynara yang masih melompat-lompat kesenangan. Tadinya Cynara khawatir kalau Alvaro akan membelikannya dress namun tetap akan memotong gajinya. Namun ternyata Alvaro dengan sukarela membelikan Cynara dress mahal yang tentunya membuat Cynara merasa bahagia. “Cynara Ayo!” Kata Alvaro dengan sedikit berteriak. Cynara dengan cepat menyusul bos gilanya itu. “Gak papa gila yang penting dapat dress mahal.” Cicit Cynara sambil terkekeh pelan. Cynara yang baru pertama kali masuk ke dalam sebuah toko baju mahal langsung tercengang melihat baju-baju yang tampak mewah untuknya. Sementara itu, Alvaro yang sudah sangat lelah langsung duduk di sofa yang tersedia di toko tersebut. “Pilihlah dress yang kamu suka, saya akan tunggu di sini.” Perinta Alvaro. “Siap Tuan!” Kata Cynara dengan semangat. Cynara dengan cepat melihat-lihat dress yang akan dia pakai untuk pesta nanti. Namun saat melihat harganya mata Cynara hampir saja keluar karena merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat. “75 juta?” Gumam Cynara sambil menutup mulutnya. Alvaro memperhatikan tingkah Cynara yang selalu saja terkaget-kaget saat melihat baju yang hendak dia pilih. Alvaro benar-benar tidak bisa menunggu karena sepertinya Cynara sendiri juga bingung harus memilih yang mana. “Tolong keluarkan dress paling baru yang cocok untuk ke pesta. Mini dress saja.” Perinta Alvaro pada seorang pelayan. Dengan senang hati pelayan tersebut langsung membawa 4 dress yang sangat bagus dan memajangnya di hadapan Alvaro. “Cynara!” Panggil Alvaro. Cynara langsung menoleh dan menghampiri Alvaro. “Pilihlah yang kamu suka.” Kata Alvaro dengan santainya. Cynara hanya mengangguk lalu memilih salah satu dari dress tersebut. Namun bukan Cynara namanya jika dia tidak kepo dengan harganya. Dia mengintip sedikit label harga dari baju tersebut dan itu hampir saja membuat jantung Cynara keluar karena terlalu kaget. “150 juta? Ini bahkan lebih mahal dari yang tadi.” Gumam Cynara. Raka hanya berdecak kesal karena Cynara tidak kunjung memilih dressnya. “Beli saja semua kalau kamu bingung.” Kata Alvaro dengan entengnya. “Apa? Gak boleh gitu Tuan, boros namanya.” Kata Cynara sambil melotot ke arah bosnya yang sudah lebih dulu melotot ke arahnya. “Kalau begitu biar saya saja yang pilihkan.” Kata Alvaro lalu langsung berdiri dan melihat-lihat dressnya. Dia mencoba mencocokkannya dengan badan Cynara dan memastikan apakah dressnya cocok atau tidak. “Coba saja semua, nanti saya akan tentukan dress mana yang lebih cocok untukmu.” Kata Alvaro sambil memberikan dressnya pada Cynara lalu kembali duduk di sofa dengan santai. Cynara hanya bisa menghela nafas pasrah. Memang sebaiknya seperti itu karena dia sendiri juga bingung harus memilih yang mana. Pelayan toko pun langsung mengarahkan Cynara ke ruangan tempat ganti baju. Cynara mencoba dress pertama yang berwarna merah terang. Setelah memakainya dia langsung menghampiri Alvaro. “Bagaimana Tuan, cocok gak?” Tanya Cynara sambil memutar badannya di depan Alvaro. Alvaro hanya menggeleng lalu menyuruh Cynara untuk kembali ke ruang ganti. Cynara hanya memajukan mulutnya karena kesal. Padahal menurutnya gaun tersebut sangat cantik dan cocok sekali di kulitnya yang bersih. Cynara kembali mengganti dressnya dengan yang lain, kali ini warnanya sedikit gelap yaitu maroon. Namun gaun tersebut di balut oleh gliter sehingga terkesan mewah dan elegan. Cynara kembali memasang badan di depan Alvaro dan sekali lagi tanggapan Alvaro hanya datar dan tangannya mengisyaratkan agar Cynara mengganti dressnya. “Ini bagus loh Tuan.” Kata Cynara. “Terlalu heboh, saya tidak suka.” Kata Alvaro dengan santai. “Kan saya yang mau pakai, kenapa harus tergantung moodnya Taun Al sih?” Gumamnya lalu dengan berat hati dia langsung kembali masuk ke dalam ruang ganti. Cynara langsung mengganti dressnya dengan dress yang lain. Kali ini Cynara memakai dress berwarna navy. Kali ini desain dressnya cukup sederhana namun tetap terlihat elegan. Meskipun bukan mini dress namun dress tersebut sangat memperlihatkan lekuk tubuh Cynara dengan model depannya sengaja mempertontonkan lekuk tubuh Cynara. “Ini emang bagus ya?” Tanya Cynara sambil melihat ke cermin. Cynara hanya menghela nafas lalu langsung keluar dari ruang ganti. Dia langsung berdiri di hadapan Alvaro dengan wajah malasnya. Alvaro yang saat itu sedang fokus pada ponselnya. Tiba-tiba mendengar bisikkan-bisikan para pelayan toko yang memuji kecantikan Cynara saat memakai dress tersebut. “Cantik banget!” “Mirip artis gak sih?” “Di tambah make up tipis doang kayaknya sudah cantik banget deh.” Begitulah kira-kira bisikan para pelayan yang berhasil membuat Alvaro menoleh pada Cynara. Saat itu juga Alvaro langsung bangun dari duduknya dengan ekspresi wajahnya yang tampak kagum saat melihat Cynara memakai dress navy yang sangat membentuk badannya yang langsing. Alvaro tanpa sadar mendekat ke arah Cynara dan berdiri di hadapan Cynara sambil merekam setiap inci tubuh Cynara. “Tuan Alvaro kenapa sih malah bengong? Bagaimana dengan yang ini sudah oke?” Tanya Cynara dengan tidak sabar. Alvaro hanya mengulas senyum lalu menoel hidup Cynara dengan gemas. “Orang selucu dirimu ternyata bisa cantik juga.” Gumam Alvaro lalu kembali duduk di sofa. “Ih!” Kata Cynara lalu langsung memegang hidungnya. “Saya suka yang itu.” Kata Alvaro kembali memasang ekspresi dingin di wajahnya. Cynara akhirnya busa bernafas lega, dia sudah sangat malas jika harus berganti-ganti mencoba dress. Alvaro akhirnya langsung membayar gaun yang saat ini sudah ada di tangan Cynara. “Mau pakai apa Tuan?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN