Menyelesaikan Masalah

1037 Kata

"Hajiu …! Haaaajiu!" Gavin bersin-bersin sejak tadi. Hidungnya gatal dan tak bisa dikenakan. Ia pun mengusap ujung hidung dengan kasar. "Aduh Beb, jangan dong! Ini ada bedaknya," ucap stylish yang memberi make up wajah Gavin. "Tapi nggak nyaman. Masak aku bersin-bersin terus," ucap Gavin mencari alasan. "Bukan nggak nyaman, tapi kami pasti lagi diomongin orang. Udah sabar. Tinggal dikit lagi." Gavin hanya mengejar nafas panjang. Ia jadi teringat Sonya mungkin, cewek itu benar-benar bilang pada Papanya. Dalam hati Gavin, ia merasa Sonya adalah gadis pemaksa. Tak mau dirinya dengan gadis seperti itu. Sambil berpikir. Ia melirik ke arah Jovi. Gadis itu sejak tadi juga belum selesai. Beberapa menit berjalan dengan tidak sabar. Gavin akhirnya bangun dari kursi riasnya. Ia melempar pandanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN