Kekesalan Alesia

1343 Kata
Jam sudah menunjukkan pukul satu siang, semua siswa siswi sudah berhamburan keluar dari kelas mereka masing masing, sedangkan johan sudah menunggu nona muda nya di tempat parkiran khusus guru. Hingga tiga puluh menit johan menunggu sampai sekolah mulai sepi tapi batang hidung alesia tidak nampak sekali. kemana nona muda nya kini berada?.. Johan turun dari mobil dan masuk lagi ke dalam gedung sekolah melangkahkan kaki nya ke kelas IPA 3 dan ternyata kelas itu sudah kosong tidak ada satu siswa pun di sana. Johan terus melangkahkan kaki nya mencari ke semua sudut sekolah, hingga dia mendengar suara seorang wanita tepatnya di gudang belakang sekolah. " tolong! ada orang di luar?" teriakan suara wanita itu. brok! brok! suara gedoran pintu gudang tersebut. Johan langsung mendekat ke arah pintu. " nona, apakah nona yang ada di dalam sana?" tanya johan sambil berusaha membuka pintu tersebut. " johan apakah itu kau?" tanya balik wanita itu yang tak lain ternyata memang alesia. " menjauh lah dari pintu nona, biar saya dobrak pintunya" kata johan. Alesia yang ada di dalam menuruti perkataan johan dia menjauh dari pintu. Cuma dengan satu tendangan johan pintu tersebut terbuka. " nona tidak apa apa?" tanya johan saat melihat muka dan baju seragam alesia basah "apa nona menjadi bahan bully an di sini?" tanya johan lagi. " itu bukan urusanmu, dan ya jangan sampai papa tahu soal ini jika tidak aku akan memecat kamu" kata alesia " maaf nona saya harus bilang ke tuan tentang ini, karena itu adalah pekerjaan saya" kata johan tidak mau kalah. " kamu benar benar tidak takut saya pecat?" kata alesia yang mulai kesal dengan johan yang entah kenapa bodyguard nya yang satu ini sama sekali tidak mau menuruti perkataannya. " saya tidak takut nona pecat, masih banyak orang lain yang ingin menggunakan jasa saya untuk menjadi bodyguard anak nya" kata johan tak mau kalah. " yasudah kalau gitu kamu aku pecat sekarang, mana kunci mobilnya?" " baik, tapi biarkan saya mengantar nona pulang dengan selamat dulu sampai rumah, setelah itu silahkan nona bilang ke tuan kalau nona memecat saya" kata johan lalu berjalan meninggalkan nona mudanya. Sedangkan alesia diam tak berkutik baru kali ini dia menghadapi bodyguard yang berani melawannya dan sama sekali tidak merasa takut, dia berjalan di belakang johan dengan muka kesalnya. Johan langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa membukakan pintu nona mudanya, sedangkan muka alesia sudah merah padam menahan amarah. mobil melaju meninggalkan parkiran sekolah. __________ Sampai di kediaman mewah darwis, alesia langsung masuk dan mencari keberadaan papa nya. " papa " teriak alesia langsung membuka pintu ruangan kerja papa nya. Darwis melihat penampilan putrinya dari bawah ke atas yang basah dan berantakan " kamu kenapa sayang?" tanya darwis " bukan urusan papa, alesia sudah memecat bodyguard baru yang papa suruh untuk menjaga ku" kata alesia dengan penuh emosi. " coba katakan sama papa kamu kenapa memecatnya?" darwis dengan lembut bertanya pada putri nya. " karena dia berani melawan ku, dan aku gak suka pa" kata alesia penuh penekanan. Darwis hanya tersenyum mendengar perkataan alesia, dia tahu johan tidak akan semudah itu menuruti perintah dari alesia, karena johan bekerja untuk darwis dan darwis sudah bisa menebaknya. Umur johan yang tidak jauh dari alesia membuat darwis berpikir mungkin mereka bisa berteman, itu yang ada di benak darwis saat mempercayakan alesia pada johan. " papa tidak akan pernah memecat johan, pergilah mandi dulu jangan sampai masuk angin" perintah darwis. " tapi pa..." " sudahlah sayang papa tidak mau di bantah, papa hanya ingin yang terbaik buat putri papa" kata darwis akhirnya. " papa memang gak sayang aku" kata alesia lalu pergi dari ruangan papa nya dengan wajah yang sangat kesal, saat berjalan keluar dia bertemu dengan johan. " bagaimana nona, apakah tuan darwis mau memecat saya?" tanya johan dengan nada meledek membuat alesia semakin kesal, alesia langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan johan. " johan masuklah" perintah darwis. Johan dengan langkah tegapnya berjalan masuk. " maaf tuan saya kecolongan" johan memang merasa kecolongan karena dia tidak tahu kalau nona muda nya sedang di kunci di gudang. " sebenarnya apa yang terjadi sampai alesia basah kuyup seperti Itu?" " non alesia tadi di kunci di gudang tuan saat saya menunggunya di parkiran mobil, dan saat saya menemukan non alesia sudah dalam keadaan basah kuyup tuan sepertinya non alesia di bully teman teman nya tuan" johan menceritakan semua yang terjadi. " cari tahu siapa yang mem bully alesia, dan jangan sampai lengah lagi" perintah darwis " baik tuan" kata johan " dan satu lagi kamu akan tidur di rumah ini, dan anggaplah alesia sebagai teman kamu atau sebagai adek kamu yang harus kamu lindungi, karena umur kalian tidak beda jauh" " mana mau gadis sombong itu menjadi temanku dan aku gak sudi menganggapnya sebagai adek karena adek ku hanya vita" monolog johan dari dalam hati. Johan hanya mengangguk dan tidak berkata apa apa. " bik murni ke ruangan saya sebentar" panggil darwis lewat telepon rumahnya yang menyambungkan ke telepon ketua pelayan rumahnya. Tak berselang lama wanita paru baya yang menjadi ketua pelayan di rumah darwis datang ke ruangan nya. " siap tuan, ada yang bisa bibi bantu?" tanya wanita paru baya itu sambil sedikit menunduk. " bik murni, tolong antarkan johan ke kamarnya" " baik tuan" " mari nak johan bibi antarkan ke kamarnya" kata bik murni mengajak johan " kalau begitu saya permisi dulu tuan" pamit johan " istirahatlah" kata darwis yang mendapat anggukan johan. Johan berjalan mengekori bik murni hingga sampailah di sebuah kamar yang sedikit luas dari pada kamarnya yang ada di rumah. " silahkan nak johan" " terima kasih bik" " kalau gitu bibi tinggal dulu, kalau butuh apa apa silahkan tanya ke bibi" " baik bik, sekali lagi terima kasih" Bik murni meninggalkan kamar johan setelah itu johan menutup kamarnya lalu merebahkan tubuhnya ke kasur hingga matanya menatap ke langit langit kamarnya. " baru satu hari bekerja saja sudah menguras hati, apa aku akan betah bekerja dengan nona sombong dan suka seenaknya sendiri seperti dia?, bagaimanapun aku harus bertahan demi menafkahi vita, tapi kenapa dia di bully ya di sekolah?" monolog johan sendiri, sambil memikirkan bagaimana bisa gadis seperti alesia yang notabennya anak dari orang kaya raya masih bisa kena bully si sekolah?..... Ya, johan memang menjadi tulang punggung buat adek nya vita saat kedua orang tuanya meninggal satu tahun yang lalu sedangkan adek nya sekarang tinggal bersama nenek nya. ____________ Malam hari saat makan malam. Darwis dan alesia sudah berada di meja makan. " bik tolong panggilkan johan suruh dia makan di sini, sekalian bilang kalau saya ingin bicara sama dia" perintah darwis pada bik marni yang kebetulan sudah selesai menyajikan makanan di atas meja makan. " baik tuan" " pa, kenapa papa ngajak dia makan sama kita sih? dan kenapa papa jadikan dia guru olahraga di sekolah ku? alesia merasa gak bebas pa alesia risih di ikutin terus" kata alesia mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya. " dia akan tinggal di rumah ini sama kita sayang, dan untuk itu kamu hanya belum terbiasa dengan kehadirannya sayang, lama lama juga kamu akan terbiasa" kata darwis dengan santainya, tak tahukah dia kalau kekesalan alesia sudah sampai di ubun Ubun nya.. " pa dia bisa tinggal bersama bodyguard yang lain kenapa harus di sini?" tanya alesia lagi dengan nada yang naik satu oktaf. Darwis memang menyediakan rumah samping rumahnya khusus untuk para bodyguardnya, tapi entah kenapa dia menyuruh johan tinggal di dalam rumahnya? hanya darwis yang tahu alasannya.. " papa punya alasan sendiri, nanti kamu juga akan tahu" kata darwis Johan pun datang ke meja makan. " duduk lah" perintah darwis saat melihat johan datang. " kita makan dulu setelah itu papa ingin bicara sama kamu dan johan" Mereka makan tanpa satu kata pun, mata alesia tak sengaja bertemu dengan mata johan, alesia menatap johan dengan tatapan horornya yang membuat johan ngeri. Lima belas menit berlalu mereka sudah selesai makan dan darwis memulai pembicaraan. " selama satu minggu yang akan datang saya akan pergi ke luar kota, tolong kamu jaga alesia" " apa? papa mau keluar kota? kenapa tidak bilang ke alesia dulu" ...........
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN