“Kak Mario?” panggil Tamara yang saat ini sudah melongokkan kepala ke dalam kamar kakaknya. “Apa?” tanya Mario menoleh ke arah pintu. “Aku masuk, ya,” kata Tamara berjalan memasuki kamar kakaknya itu. Lalu, Tamara mengambil duduk di tepi tempat tidur. “Ada apa ke sini?” tanya Mario lagi seraya memutar kursinya agar menghadap ke arah Tamara. “Tadi aku ketemu sama pacarnya Alinka,” kata Tamara memberi informasi. “Terus?” “Menurutku ya, kalau Kak Mario nggak gerak buat dapetin Alinka, bakal tambah susah lho.” “Hah?” “Nayaka lawan yang berat, Kak,” ucap Tamara. “Jadi, misal Kak Mario emang suka sama Alinka, saranku sih, gas sekarang,” tambah Tamara. Mario diam sejenak mendengar penuturan Tamara itu. “Apa benar Nayaka jadiin Alinka selingkuhan?” tanyanya dengan ekspresi wajah seriu

