Bab 98

1446 Kata

“Kenapa Alinka nggak diajak, sih?” tanya Adya kepada Nayaka. “Dia sibuk, Ma,” jawab Nayaka. “Gue denger Omanya Alinka kemarin baru aja meninggal ya, Kak?” tanya Nayana. Nayaka menganggukkan kepala menjawab pertanyaan adiknya itu. Saat ini Nayaka sedang berada di ruang makan bersama keluarganya untuk menikmati makan malam bersama. Seperti pesan yang disampaikan oleh Alinka dari Naraya, Nayaka diminta untuk makan malam di rumah. Jadi, di sinilah dirinya berada sekarang. “Oma kandungnya Alinka?” sahut Adya terdengar khawatir. “Bukan, Ma. Omanya sahabatnya Alinka. Jadi, Alinka tinggal di rumah Oma itu.” “Oh begitu.” Adya mengangguk mengerti. “Tapi, tetap aja, Alinka pasti sedih banget.” “Iya, Ma. Alinka sedih banget,” kata Nayaka dengan helaan napas panjang. Nayaka kembali menginga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN