Bab22

1462 Kata

Pagi datang perlahan, seperti seseorang yang mengetuk pintu tanpa ingin mengganggu. Cahaya matahari menyelinap masuk lewat tirai, menimpa wajah Violet yang masih setengah terlelap. Di sampingnya, Nadine sudah bangun lebih dulu, duduk di tepi ranjang sambil memandangi langit yang mulai berwarna keemasan. Ia merapikan rambutnya yang sedikit kusut, lalu menatap Violet sebentar — ada sesuatu di wajah pasangannya itu yang membuat hatinya lembut: campuran antara lelah dan damai, seperti seseorang yang baru saja menyelesaikan perjalanan panjang. Di dapur, aroma kopi mulai memenuhi udara. Nadine menyiapkan dua cangkir — satu untuk dirinya, satu untuk Violet. Ia menambahkan sedikit madu, seperti kebiasaan mereka setiap pagi sejak dulu. Ketika Violet datang, masih mengenakan sweater longgar, ia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN