Adakah Pilihan?

859 Kata

Pita: Adakah Pilihan? Sampai kapan gue harus terkurung di sini? Gue nggak bisa pergi ke mana-mana. Setiap sudut di rumah ini ada penjaganya. Bukan cuma satu atau dua orang aja, tetapi ada lebih dari lima orang di luar pintu kamar ini doang. Gimana di pintu utama sama gerbang? Hidup gue dipenuhi banyak kejutan. Saking banyaknya kejutan yang menghampiri, gue nggak bisa bedain mana realita dan mana yang khayalan. Tadinya gue pikir kejutan gue berhenti ketika seorang laki-laki mengaku-aku sebagai Ayah kandung gue. Tapi, kejutan dari Tuhan nggak pernah berhenti. "Lo nggak makan?" tanya Narina, cewek berambut sebahu itu mencomot sepotong roti dari piring. Gue mendengus keras, saking muaknya gue ada di sini, kebiasaan kasar gue balik kayak dulu. "Gue nggak sudi makan makanan di sini!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN