Pita: Cara Terakhir "Apa yang lo sembunyiin dari gue?" Narina menunjuk dadanya. Pandangannya berpindah ke Jandy. "Terus, kenapa dia kelihatan akrab banget sama lo?" Salah gue juga, sih. Gue nggak bilang apa-apa soal siapa Jandy, dan apa aja yang sedang kita rencakan agar bisa keluar dari tempat ini. Bukannya nggak mau ngasih tahu Narina. Bukan juga gue mau ninggalin dia dan kabur sendirian gitu aja. Masalahnya, setiap kali Jandy nemuin gue diam-diam, Narina pasti lagi tidur. Malam ini Jandy menemui gue lagi. Gue menunggu dengan perasaan campur aduk. Gimana sama usaha Jandy? Kira-kira dia bakalan bawa berita baik atau nggak. Kalau misalkan Jandy dateng dengan kabar kurang baik, kayaknya gue harus lebih sabar lagi. Berdoa lebih giat lagi ke Tuhan supaya dikabulkan. Tepat Jandy membuk

