Pita: Hidup dan Mati Efek yang gue rasakan berangsur-angsur berkurang. Gue nggak lagi merasakan mual dan ingin muntah. Napas gue mulai bekerja secara teratur. Namun walau begitu, gue masih berada dalam misi, nggak mungkin menunjukkan kalau keadaan gue mulai membaik, sementara gue sama Narina sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Usaha gue dan Jandy udah setengah jalan dan berharap ini akan berhasil. Tinggal selangkah lagi gue akan bebas. Kita cuma menunggu dua penjaga lainnya lengah, abis itu Jandy bakal beraksi. Untuk bergerak, rasanya ini tempat sempit banget. Dua penjaga duduk di kursi depan. Dan di belakang ada gue, Narina yang masih pingsan, dan Jandy—duduk di paling ujung. Mungkin, kondisi gue emang udah mendingan, tapi rasa lemasnya masih bertahan sampe sekarang. Berkali-kal

