Lucky: Percaya Sesuai keinginan Pita, gue berusaha mewujudkannya. Pita bilang, dia pengin pergi ke tempat yang cuma ada gue sama dia doang. Setelah kejadian beberapa hari lalu waktu Kak Evan memukul gue, Pita menolak buat ketemu orang-orang. Terutama keluarganya sendiri. Mama dan Kak Evan masih menyempatkan untuk melihat kondisi Pita, tapi ya gitu, Pita terus-terusan menolak. Hubungan gue sama Kak Evan jadi canggung. Laki-laki itu bahkan melengos saat ketemu gue di rumah, dan lebih memilih bertanya kepada Aree atau Wangga. Padahal jelas-jelas gue ada di sana. Sebagai yang lebih muda, gue memilih mengalah. Kalau gue balas marah, gue yakin masalah di antara kita nggak akan pernah selesai. Saat gue sedang sibuk sama Star Band, Pita lebih suka ada di dalam kamar. Entah menyibukan diri deng

