Pita: Rahasia Sekian lama gue udah jarang lihat Mama. Kira-kira, lebih dari dua bulan kita nggak pernah ketemu lagi—tepat setelah kita bertengkar di dalam sebuah kamar hotel. Gue dan Mama berantem hebat, bahkan barang-barang yang dia dapatkan dari Papa di belakang Mama tiri gue, gue buang semuanya. Mama teriak, seolah nggak terima kenapa barang-barang mahal pemberian dari laki-laki yang dia buang belasan tahun lamanya malah dibuang ke tempat sampah. Mama menjerit histeris seakan barang-barang mewah miliknya adalah sesuatu yang lebih berharga ketimbang nyawanya. Kala itu, gue sadar, gue tersenyum sinis. Diam-diam gue punya sisi monster yang kadang nggak pernah gue sadari. Bahkan ketika Mama menampar pipi gue, kemudian berlari memungut barang-barangnya, gue masih berdiri di sana tanpa me

