Jam sudah menunjuk angka sembilan. Romi masih terjaga dengan tidurnya. Saat perjalanan menuju Bandung, Romi memang tak bisa memejamkan kedua matanya dengan sempurna. Dan pagi ini menjadi pengganti tidur tadi malam yang terlewatkan. Lilis sendiri sudah tak sabar untuk bertemu putra laki-lakinya. Lilis sudah tak sabar menahan rasa rindunya. Karena ini pertama kalinya Lilis jauh dari Romi. Dan mereka juga sudah berpisah cukup lama. Namun melihat tidur Romi yang begitu lelap, Lilis tak tega untuk membangunkannya. Lilis terus memandang wajah putranya yang kini terlihat lebih dewasa. Kulit tubuhnya tak sebersih saat tinggal di Bandung. Hanya saja, tubuh Romi sekarang tampak lebih berisi. Kanaya mendatangi kamar Romi. Melihat Lilis yang tampak sudah tak sabar menunggu Romi untuk bangun. “Ma,

