Malam yang gelap telah berubah menjadi pagi yang cerah. Sinar mentari juga sudah mulai terasa menghangatkan ruko lantai tiga. Seperti biasa, Rosa dan Siti selalu bangun pagi. Kedua gadis ini memang paling rajin. Keduanya tak pernah meninggalkan kewajiban mereka. Setelah itu, Rosa dan Siti menanak nasi. Lalu memasak sayur dan lauk untuk hari ini. Kebiasaannya tiap pagi, membuat Rosa dan Siti piawai dalam memasak. Harum masakan mereka cukup menggoda perut-perut orang yang tengah terlelap. Termasuk Romi yang merasakan cacing-cacing di perutnya berteriak meminta jatah. Romi merasakan tubuhnya terasa sakit dan kaku semua. Usai perjalanan panjang yang dia lewati kemarin. Sebenarnya, Lilis menyuruh Romi menggunakan burung besi agar perjalanan Bandung-Yogya tak terasa. Tapi Romi memilih perjalan

