36. Dilema Jadi Emosi

1856 Kata

Romi sudah tak bisa menahan lagi perutnya yang terus keroncongan. Cacing-cacing di perutnya terus berteriak meminta jatah mereka. Karena aroma masakan yang tercium sudah mengundang rasa lapar di perut Romi. Padahal Romi sendiri tak biasa sarapan pagi. Namun, karena aroma masakan yang mengundang cacing-cacing di perutnya, Romi pun tak kuasa menahan lagi rasa laparnya. Tangan kanan Romi memegang perut yang dari tadi tak berhenti bersuara. Karena terus bersuara, Romi pun ingin cepat-cepat keluar dari ruko untuk membeli makanan. Namun, Romi mengurungkan niatnya. Melihat waktu yang masih terlalu pagi, pasti belum ada warung makan buka. Kalaupun ada paling warung-warung kecil ataupun pedagang musiman yang hanya jual pagi hari di pinggiran jalan. Dan Romi tak suka itu. Makanan yang ditemani deb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN