Bab 39: Perantara

1872 Kata

“Apa sekarang kamu beralih pekerjaan menjadi perantara perjodohan?” Khafi melirik Barra yang menatapnya dengan sangat serius. Dia menghela napas, lalu kembali duduk tenang. “Aku hanya ingin mengenalkan mereka.” “Kenapa? Karena Arisha?” desak Barra. Sekali lagi, Khafi menghela napas. “Pergilah. Aku sedang tidak ingin mengatakan apa-apa,” ujar Khafi dengan wajah datar. “Pernikahanmu tinggal sebentar lagi. Bukankah seharusnya kamu fokus pada pestamu dari pada ikut campur dalam kehidupan Rian.” Barra mengatakan itu bukan tanpa alasan. Dia hanya tidak ingin Rian menerima saran perjodohan karena Khafi adalah atasannya. Rian terbiasa menuruti perintah Khafi. Barra khawatir jika kali ini juga akan begitu. Mana bisa dia diam saat mengetahui masa depan seseorang tengah terancam karena ulah sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN