Bab 19: Good Night, Calon Istri

1958 Kata

Nadhifa terus memandangi Arisha yang memandangi foto di layar telepon selular. Dia sampai bertopang dagu demi bisa melihat sang sahabat lebih jelas. Rona merah menghiasi wajah Arisha. Gadis berjilbab itu bahkan tidak bisa menahan senyumnya yang terus mengembang. Orang yang sedang jatuh cinta memang sulit diatasi. Mengingat ini adalah cinta pertama Arisha, Nadhifa akan memberikan kebebasan kepada sang sahabat untuk menikmati perasaan manis itu. Hal seperti ini sudah sangat sering Nadhifa alami. Setiap kali menyukai seseorang, dia juga menjadi lupa daratan. Dia hanya tidak menyangka kalau Arisha bisa tersipu di hadapan pria. Sia-sia saja kekhawatiran Nadhifa selama ini. Dia sudah mengkhawatirkan sesuatu yang tidak penting. Ternyata Arisha bisa menyukai seorang pria. Setelah sekian lama, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN