“Aku tidak percaya akan benar-benar melihatmu hari ini,” kata Barra sambil menggeleng-gelengkan kepala. Dia memperhatikan Khafi dari atas ke bawah. “Tidak usah dramatis begitu. Bukankah aku sudah bilang kalau hari ini akan masuk kerja?” “Memang. Tapi aku tidak menyangka kalau kamu benar-benar akan datang.” Khafi tidak menghiraukan ucapan Barra. Dia mengambil sebuah dokumen yang ada di atas meja dan mulai membacanya. Lalu, dia teringat sesuatu. Dia memperhatikan Barra yang duduk sambil mengusap layar tablet. “Kamu sungguh tidak berencana menikah dalam waktu dekat?” Barra mendongak begitu mendengar pertanyaan sensitif itu. Dia mengangkat bahu. “Kenapa? Setelah menikah, kamu akan mengatur pernikahanku juga?” “Bukan begitu. Aku hanya ....” Pria berjas abu-abu tua menghentikan kalimatny

