“Apa kita harus berada di sini sekarang?” “Begitulah yang sudah direncakan. Kamu tidak mungkin lupa, bukan?” Tentu saja tidak. Bagaimana bisa Arisha melupakan rangkaian acara pernikahan yang selalu dibaca setiap hari. Dia bahkan sudah menghafal semua urutannya mulai awal sampai akhir. Hanya saja, dia merasa aneh harus berada di ruangan ini dengan Khafi. Padahal saat bersama Nadhifa tadi, dia tidak secemas sekarang. Entah sejak kapan ada taburan kelopak mawar putih berbentuk hati di atas tempat tidur. Dia juga baru sadar jika di satu sisi ruangan terpasang beberapa foto mereka. Harum bunga memenuhi indra penciumnya. Dalam keadaan normal, dia akan sangat menikmati suasana ini. Namun, sekarang berbeda. Dia ada di sini bersama pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Entah apa yang sebaik

