Bab 24: Restu Ibu

1898 Kata

Nadhifa masih bertopang dagu sambil memperhatikan sang sahabat yang meneliti semua gambar yang ada di layar telepon genggamnya. Arisha tengah berusaha keras untuk menemukan model gaun yang akan dikenakan di hari bahagianya. Di mata gadis itu, setiap gaun terlihat sangat istimewa. Dia kebingungan untuk mengambil keputusan. Mulut mungil Arisha terus mengomentari gaun-gaun yang dilihat. Dia beberapa kali menggelengkan kepala sambil berdecak kagum. Masing-masing gaun membuat sang pengantin semakin bersinar. Gadis berjilbab mulai bertanya-tanya, apa dia juga akan tampak cantik saat mengenakannya. “Apa aku perlu coba semua gaun mereka?” “Tergantung kamu, Sha. Kalau kamu punya desain yang diinginkan, mereka bakal buatin buat kamu. Kalau enggak, kamu bisa pilih salah satu gaun milik mereka.” N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN