Bab 41: Kenapa Datang?

1935 Kata

“Bisakah kita membicarakan hal ini lain waktu?” Nadhifa sudah bersiap untuk meledak saat tiba-tiba Rian tersenyum dengan sangat manis. Dia tertegun untuk waktu yang cukup lama sampai sebuah tangan mencolek lengannya. Ketika dia menatap Rian lagi, pria itu sudah berubah dingin. Apa itu tadi? Apa yang dilihatnya tadi hanya sebatas hayalan? Mana mungkin Rian bisa memberikan senyuman seindah itu. Dari pada mempermalukan diri, Nadhifa tidak berbicara lagi. Dia berniat untuk pergi andai saja Arisha tidak menahannya. Melihat Rian duduk dengan tenang tak jauh dari tempatnya, dia merasa ingin memutar waktu. Seharusnya dia tidak pernah mengajukan pertanyaan yang memalukan seperti tadi. Ke mana otaknya berkelana sampai dia melantur? Meski begitu, gadis berambut sebahu masih mengamati Rian diam-dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN