✿✿✿✿✿ Setelah memutuskan telponnya, Ferdian duduk dengan gusar dikantor Bagas. Beberapa kali ia menyesap cappucino nya, hanya untuk menghilangkan rasa kantuk yang menyerangnya. "Gue udah minta rekaman CCTV dari pihak rumah sakit" "Terus?" sela Ferdi "Mereka gak masang cctv di tangga darurat, cctv di basement ada, tapi gak nangkep orang yang istri Lo maksud" lanjut Bagas "Maisha yakin banget kalo dia didorong, bukan sekedar gak sengaja, kalo gak sengaja pastilah itu orang minta maaf meski sekilas doang kan" Ferdi memutar-mutar pulpen ditangannya. Tok.. Tok... Tok.. "Masuk" saut Bagas menoleh ke arah pintu. Sedetik kemudian Reza masuk dengan membawa beberapa berkas ditangannya. "Mas aku udah periksa baju yang dipake Maisha dua hari lalu, gak ditemukan sidik jari lain selain milik

