Sembilan bulan berlalu. Sudah banyak yang Ray dan Azka lalui seperti pernikahan Kay dan Akmal, juga Faris dan Nadya. Saat ini, Ray tengah menyantap sate sambil menonton televisi ditemani suaminya yang nampak sibuk dengan dua buah laptop. "Suami..." panggil Ray meminta Azka untuk membuka mulut untuk merasakan sate. Azka tersenyum sejenak dan kembali fokus pada pekerjaannya. "Ih... aku kok di diemin?" tanya Ray menghentikan aktivitas makannya. "Sayang, aku lagi sibuk..." jawab Azka sejenak mengusap perut Ray yang sudah buncit itu. "Aku marah!" Ray bersedekap d**a. Memang begitu sikapnya saat mengandung dan Azka dapat memahami hal itu. Bahkan selama menjalin rumah tangga, Azka tak pernah sedikit pun bicara kasar pada isterinya. "Cantik, jangan marah dong. Bentar lagi selesai, ya?" ucap
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


