22

1074 Kata

Sore harinya, setelah pemakaman orang tua dari anak lelaki bernama Alif. Ray, Kay, dan May masih berada di rumah duka ditemani beberapa orang yang kenal baik dengan keluarga Alif. "Alif nangis manggil mama!" ucap seorang wanita keluar dari kamar Alif. Ray bangkit dari duduknya sambil mengusap air mata lalu menghampiri Alif. Kay dan May yang melihat hal itu hanya bisa terdiam. "Anak pintar, kok nangis sih sayang?" tanya Ray memangku Alif meski ia sudah sangat kelelahan. "Mama..." ucap Alif memeluk Ray kembali merebahkan kepalanya dibahu Ray. Ray bangkit sembari menenangkan anak itu. Menatap pada Kay dan May. "Mama..." isak Alif membuat Ray tak kuasa menahan tangis. "Alif, anak ganteng... anak pintar... jangan nangis lagi ya, kan ada Kak Raysa," ucap Ray lembut mengusap kepala anak it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN