Entah sudah berapa lama Nezera berada di dalam ruangan itu. Makhluk yang sudah menyetubuhi dirinya juga tidak terlihat. Seakan bermain sendiri, tetapi dia hanya diam dan merasakan kenikmatan tanpa orang lain di sana. Nezera yang mulai lemas, tidak bisa lagi merasakan tubuhnya. Ia hanya bisa berbaring, dan setiap malam akan merasakan hal itu lagi dan lagi. Makanan yang ada di dekat pintu, sudah dua hari tidak ia sentuh. Berkali-kali Nezera mencoba memanggil nama Rhain, tetapi hanya keheningan yang didapatkannya. “Aku mohon … berikan aku pilihan, aku ingin tetap hidup dan keluar dari tempat ini,” gumam Nezera dengan suara lirih. Tubuh Nezera merasa kedinginan, tidak ada tambahan selimut untuknya. Bahkan dia tidak mengenakan alas apapun saat sedang berbaring di sana. Hanya kegelapan yang i

